Aksioma dan Dogma

axiom

Menurut Wikipedia, aksioma adalah adalah suatu pernyataan yang bisa dilihat kebenarannya tanpa perlu adanya bukti. Sedangkan dogma adalah kepercayaan atau doktrin yang dipegang oleh sebuah agama atau organisasi yang sejenis untuk bisa lebih otoritatif. Nah, sayangnya para agamawan seringkali menyamakan aksioma dalam dunia sains dengan dogma atau iman-tanpa-bukti dalam dunia agama. Menurut para agamawan, sains dan agama tidaklah berbeda, bukankah sains juga berpijak pada aksioma yang tanpa bukti, seperti iman dalam agama?

Nanti dulu. Masalahnya, ada perbedaan mendasar antara aksioma dalam sains dan iman-tanpa-bukti dalam agama.

Ambil satu contoh aksioma geometri Euklidean bidang datar yang jumlah seluruhnya ada lima. Aksioma geometris itu menyatakan “garis lurus adalah jarak terpendek dua buah titik pada bidang datar”. Aksioma geometris itu secara objektif dapat diperlihatkan dengan menggambarkannya lewat tanda, bentuk, huruf, angka, karakter, gambar dan simbol pada bidang datar seperti papan tulis atau pada monitor LCD notebook Anda. Orang di mana saja dan kapan saja secara universal bisa melihat kebenaran objektif aksioma geometris itu.

Nah, coba sekarang minta seorang, atau beberapa orang teis untuk menggambarkan Tuhan yang dipercayanya. Bisakah? Mungkin saja bisa. Tapi jelas tidak objektif. Tiap orang memiliki gambaran Tuhannya masing-masing. Bagi orang kulit putih, tuhannya berkulit putih. Bagi orang kulit hitam, tuhannya berkulit hitam. Mungkin jika kuda bisa menggambar, dia akan menggambarkan tuhannya dalam bentuk kuda! Jika Musa masih hidup, dia akan menggambarkan tuhan sebagai tuhan yang tegas dan kejam. Jika Paulus masih hidup, dia akan menggambarkan tuhan sebagai pribadi yang penuh kasih. Tanyakan wujud tuhan kepada Paus, maka dia akan menggambarkan tuhan dalam wujud tritunggal. Belum lagi tiap agama yang memiliki gambaran tuhannya masing-masing.

Jadi, aksioma dalam dunia sains tentu sama sekali tidak bisa disamakan atau disejajarkan dengan iman membuta dalam dunia agama. Dan sebetulnya tiap orang beragama akan mengakui dan mempercayai Allahnya sendiri saja, dan akan menolak untuk mengakui dan mempercayai Allah orang beragama lain. Aksioma itu universal, sedangkan dogma dan teologi tidak ada yang universal.

Lalu pertanyaan renungannya adalah, kepercayaan dan keyakinanmu saat ini berdasarkan apa?

Referensi:

  • Wikipedia
  • buku “Beragama Dalam Era Sains Modern” ~ Ioanes Rakhmat
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s