Roh dan Jiwa

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mendengar konsep ‘roh’ dan ‘jiwa’ ini. Ada yang menganalogikan manusia itu seperti komputer. Tubuh adalah hardware, jiwa adalah software, dan roh adalah brainware. Tanpa roh, manusia hidup, tapi tidak punya tujuan. Ada juga yang bilang kalau binatang itu cuma punya tubuh dan jiwa, tapi tidak punya roh.

tubuh-jiwa-roh

Tapi beberapa buku yang pernah saya baca menyatakan bahwa sebenarnya jiwa dan roh itu satu kesatuan; sama saja. Lalu mana yang benar?

Tulisan ini tidak menjelaskan apa itu jiwa dan roh. Silakan googling. Walaupun menurut saya Anda tidak akan pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kenapa? Karna konsep jiwa dan roh ini sangat abstrak. Konsep ini adalah buah pikiran manusia yang berusaha menjelaskan apa itu hidup, akal, pikiran, hati nurani, kehendak bebas, dan lain sebagainya.

Kaum saintis, terutama fisikawan mungkin saja menolak konsep ini. Roh dan jiwa tidak dapat dilihat, tidak dapat disentuh, dan tidak dapat dibuktikan secara nyata. Hidup hanyalah proses biologi dan aliran-aliran listrik kecil dalam aktifitas saraf, terutama dalam otak.

Tapi menurut saya sendiri, konsep elektron, quark, dan partikel-partikel inti dalam atom juga masih abstrak. Tidak bisa dilihat, tidak bisa disentuh, tapi bisa dibuktikan melalui percobaan-percobaan.

Sama-sama abstrak, tapi yang satunya bisa dibuktikan. Kalau pada akhirnya kepercayaan kitalah yang menentukan, mau percaya yang mana, yang bisa dibuktikan atau yang tidak bisa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s