Perbuatan Baik atau Kasih Karunia?

yesus-disalib

Saya telah sangat sering membaca kisah tentang dua orang penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus. Saat mereka sudah tergantung di kayu salib, ada sedikit pembicaraan singkat dari ketiga orang itu yang tercatat di kitab Lukas 23.

Penjahat yang pertama menghujat Yesus: “Bukankah Engkau Yesus adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Tapi penjahat yang kedua menegor penjahat yang pertama dan ‘membela’ Yesus. Kemudian dia berkata kepada Yesus: “…ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Saya tidak tahu bagaimana naskah aslinya, dan saya pun tidak peduli. Karna 1 hal saja yang saya tangkap dari kisah ini. Penjahat yang kedua itu ‘diselamatkan’, dan kemudian akan bersama-sama dengan Yesus di Firdaus (surga?).

Penyaliban adalah hukuman yang benar-benar hina pada jaman itu. Jadi bisa disimpulkan kalau penjahat-penjahat yang disalibkan waktu itu saya yakin tidak melakukan kejahatan ringan seperti maling ayam atau maling jemuran. Kejahatan yang mereka lakukan pastinya tergolong berat jika sampai harus disalibkan.

Yang bikin saya heran adalah, kok enak banget yah penjahat kedua yang ‘diselamatkan’ itu. Dia melakukan kejahatan yang berat, tapi cuma karna membela Yesus dan meminta Yesus untuk mengingatnya, dia bisa bersama Yesus di Firdaus!

ENAK BENER WOY!!!

Saya jadi berpikir. Gimana ya seandainya saya berbuat dosa dan kejahatan aja selama hidup, terus pas udah sekarat berdoa aja sungguh-sungguh, meminta Tuhan mengingat kita. Kita pasti nanti masuk surga!

Iya dong. Penjahat itu aja bisa. Kok kita ga bisa?

Apakah segampang itu masuk surga? Apakah semua perbuatan kita selama ini ga diperhitungkan? Apakah semua hanya tergantung pada ‘kasih karunia’? Apakah ‘kasih karunia’ itu suka-suka Tuhan aja?

Lalu apakah setelah kita bertobat dan menerima ‘kasih karunia’ kita pasti masuk surga? Jika setelah kita bertobat tapi kita masih melakukan dosa, apakah kita nantinya akan tetap masuk surga?

Saya pernah dikasih tahu bahwa ‘keselamatan’ itu ga permanen. Tetep harus dipertahankan dengan melakukan semua Firman Tuhan (perbuatan baik). Inilah yang membuat saya bingung. Jadi intinya yang bikin kita masuk surga itu perbuatan baik atau kasih karunia sih? Lalu… pentingkah memikirkannya?

Mari renungkan…

2 thoughts on “Perbuatan Baik atau Kasih Karunia?

  1. Di Islam juga ada Kal. Ada pembunuh yang telah mengambil 99 (katanya) nyawa. Tapi dia tetap masuk surga karena tobat dan satu langkah menuju kebaikan(menuju masjid katanya).

    Awalnya aku terpukau dengan kisah ini, karena menganggap kisah ini bukti Tuhan Maha Pengampun, Maha Pengasih. Tapi setelah dipikir ulang, ni kisah absurd banget ! =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s