Mukjizat (Part I)

mukjizat

“Tuhan tidak pernah membuat mukjizat untuk meyakinkan ateisme, karna perbuatan-Nya yang biasa saja meyakinkannya.” ~ Francis Bacon

“Sama sekali tidak ditemukan, sepanjang sejarah, mukjizat yang didukung oleh banyak orang, yang pemahaman, pendidikan, dan pengajarannya tak diragukan lagi untuk menjamin kita dari segala khayalan.” ~ David Hume


Betapapun persuasifnya, argumen tentang adanya Tuhan yang didasarkan pada kosmologi atau isyarat desain di alam, tetap bersifat tak langsung. Namun sebagian orang mengklaim bahwa aktivitas Tuhan juga dapat disaksikan secara langsung di alam fisik, melalui mukjizat. Semua agama besar dunia memiliki cerita tentang mukjizat. Bibel banyak mengandung uraian semacam itu, dan bahkan hingga kini riwayat tentang mukjizat tetap luar biasa.

Dalam upaya menilai signifikansi bukti semacam itu, masalah pertama yang harus diputuskan dengan tepat adalah apa yang dimaksud dengan mukjizat, dan ternyata tidak ada kesepakatan bulat tentang hal ini. ‘Mukjizat sains modern’ menunjukkan daya tarik yang luar biasa dan spektakuler, akan tetapi tak seorang pun mengatakan, kata tersebut digunakan secara harfiah dalam kasus tersebut. Aquinas mendefinisikan mukjizat sebagai sesuatu “yang dilakukan oleh kekuatan Ilahi yang bebas dari tatanan yang biasanya berlaku pada sesuatu.” Dalam jargon modern, ini berarti suatu penyimpangan dari hukum alam yang diciptakan oleh Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan mengintervensi secara langsung cara kerja dunia-Nya dan mengubah sesuatu “dengan merusak aturan.” Jika peristiwa seperti itu dapat diverifikasi secara pasti, tentu hal itu akan menjadi bukti yang kuat, baik bagi wujud Tuhan maupun perhatiannya terhadap dunia.

Namun, kadang-kadang mukjizat dipahami untuk menunjukkan sesuatu yang lebih lemah. Banyak ‘jalan keluar ajaib’ telah meyakinkan orang yang beruntung akan kemurahan Tuhan. Satu-satunya orang yang selamat dalam tabrakan pesawat terbang mungkin menganggap keselamatannya sebagai mukjizat, meskipun peristiwa yang sama mendorong pada kerusakan yang tak berarti bagi teman-temannya sesama penumpang.

Penafsiran ‘malaikat penjaga’ ini atas peristiwa luar biasa termasuk ke dalam kategori yang berbeda dengan penyimpangan eksplisit hukum alam. Tak seorang pun mengatakan bahwa selamatnya pesawat yang tabrakan pasti mengandung penundaan hukum fisika. Peristiwa semacam itu hanyalah kebetulan yang luar biasa dalam kerja normal proses fisika. Pasukan payung terkenal bersama parasutnya yang tidak berfungsi yang mendarat di tumpukan rumput kering hanyalah beruntung jatuh di tempat tersebut. Tidak ada intervensi langsung Tuhan yang tampak terlibat.

Mereka yang memilih membaca makna Ilahi peristiwa luar biasa dan jalan keluar ajaib hanya memberikan penafsiran ketuhanan atas peristiwa alamiah yang nyata, kalau bukan biasa. Akan tetapi, betapapun yakinnya orang yang beruntung sehingga ‘tuhan akan menertawakannya’, sulit menjadikan kasus obyektif tentang adanya Tuhan dari peristiwa semacam ini. Orang yang memperolah keberuntungan di lapangan sepakbola mungkin merenungkan fakta bahwa, murni karena aturan permainan, seseorang akan menang. Dan para prajurit, yang mengklaim memperoleh bantuan Tuhan, membunuh musuh-musuhnya di medan perang, mungkin menanyakan diri mereka di manakah Tuhan ketika tentara musuh membutuhkan-Nya.

Bersambung ke Bagian II.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s