Mukjizat (Part II)

laut-merah-terbelah

Berikut ini adalah sebuah dialog antara Orang Beriman (OB) dan Orang Skeptis (OS) tentang mukjizat.

  • OB: Menurut pendapatku, mukjizat merupakan bukti terbaik bahwa Tuhan itu ada.
  • OS: Aku tidak yakin mengetahui apa mujizat itu.
  • OB: Ya, sesuatu yang luar biasa dan tak dapat diprediksi.
  • OS: Jatuhnya meteor yang besar, atau meletusnya gunung berapi adalah luar biasa dan tak dapat diprediksi. Anda pasti tidak menyebut peristiwa tersebut mukjizat, bukan?
  • OB: Tentu tidak. Fenomena seperti itu adalah peristiwa alamiah. Mukjizat itu supra-natural.
  • OS: Apa yang Anda maksud dengan supra-natural? Bukankah itu ungkapan lain dari kata mukjizat? (Lihat kamus Oxford). Ia menyebutkan “Supra-natural. Di luar cara kerja biasa sebab dan akibat.” Ya, semua bergantung pada apa yang Anda maksud dengan ‘biasa’.
  • OB: Saya akan mengatakan biasa berarti akrab atau dipahami dengan baik.
  • OS: Dinamo atau radio dapat dipandang sebagai mukjizat oleh nenek moyang kita, yang tidak mengenal elektromagnetisme.
  • OB: Saya setuju mungkin peralatan semacam itu akan dianggap sebagai mukjizat, tetapi salah, karena kita mengetahui alat-alat tersebut bekerja menurut hukum lama. Peristiwa yang benar-benar super-natural adalah peristiwa yang sebabnya tidak dapat ditemukan dalam hukum alam manapun, yang diketahui atau tidak diketahui.
  • OS: Sungguh, itu definisi yang tak bermakna? Bagaimana Anda tahu hukum mana yang tidak diketahui? Bisa jadi ada hukum yang aneh dan tak diharapkan yang kebetulan belum kita temukan. Andaikan Anda melihat batu mengapung di udara. Akankah Anda menyebutnya mukjizat?
  • OB: Itu tergantung… Aku harus yakin bahwa tidak ada ilusi, atau penipuan.
  • OS: Akan tetapi, bisa jadi ada proses alamiah yang menghasilkan ilusi luar biasa yang tak seorang pun mencurigainya.
  • OB: Atau mungkin semua pengalaman kita adalah ilusi dan kita dapat berhenti membahas segala sesuatu?
  • OS: Baik, kita tidak akan menempuh alur tersebut. Akan tetapi Anda tetap tidak yakin bahwa dampak magnetis atau gravitasi biasa tidak membuat batu sembrono.
  • OB: Namun, lebih mudah beriman kepada Tuhan ketimbang fenomena magnetis yang aneh. Itu semua masalah kepercayaan.
  • OS: Ah! Jadi dengan mukjizat benar-benar Anda maksudkan ‘sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan’?
  • OB: Tepat sekali! Meskipun bisa jadi Dia menggunakan perantaraan manusia.
  • OS: Maka Anda tidak dapat menjadikan mukjizat sebagai bukti adanya Tuhan, atau argumen Anda berputar-putar. ‘Mukjizat membuktikan wujud suatu agen yang menciptakan mukjizat.’ Apa yang sebenarnya membuat demikian, seperti Anda akui, adalah kepercayaan. Anda harus percaya kepada Tuhan karena mukjizat memiliki makna. Jelasnya, peristiwa mukjizat sesungguhnya tidak dapat membuktikan wujud Tuhan. Peristiwa semacam itu mungkin keajaiban peristiwa alamiah.
  • OB: Saya melihat bahwa batu yang sembrono diragukan dari sudut pandang mukjizat, tetapi perhatikanlah sebagai mukjizat terkenal: pemberian makan Yesus yang berlipat ganda, misalnya. Anda tidak dapat menunjukkan kepadaku sejenis hukum alam mana pun yang dapat melipatgandakan roti dan ikan!
  • OS: Namun, apa kemungkinan alasan Anda untuk meyakini kisah yang ditulis ratusan tahun lalu oleh sejumlah pengikut fanatik yang memiliki kepentingan untuk mendakwahkan nama agama baru mereka?
  • OB: Anda sangat sinis. Dilihat secara terpisah, kisah roti dan ikan bukanlah apa-apa. Anda harus melihatnya dalam konteks keseluruhan Bibel. Itu bukan sekadar mukjizat yang diceritakan di situ.
  • OS: Sebutkan untukku lainnya.
  • OB: Yesus berjalan di atas air.
  • OS: Sembrono! Saya pikir Anda harus menolak jenis mukjizat itu karena ‘patut diragukan.’
  • OB: Tentang batu ya, tentang Yesus tidak.
  • OS: Mengapa tidak?
  • OB: Karena Yesus adalah Anak Tuhan dan karenanya memiliki kekuatan super-natural.
  • OS: Akan tetapi Anda mengajukan pertanyaan lagi. Saya tidak percaya Yesus memiliki kekuatan super-natural. Jika memang dia berjalan di atas air, saya malah mengandaikannya sebagai peristiwa alamiah yang aneh. Namun saya sama sekali tidak percaya kisah itu. Mengapa saya harus percaya?
  • OB: Bibel merupakan sumber informasi bagi jutaan orang. Jangan melalaikannya sedikit pun.
  • OS: Demikian juga karya Karl Marx. Saya tidak percaya uraian apapun tentang mukjizatnya juga.
  • OB: Anda dapat menolak kata-kata Bibel, tetapi Anda tidak dapat melalaikan klaim ratusan orang yang telah mengalami mukjizat bahkan dalam tahun-tahun belakangan ini.
  • OS: Orang mengatakan segala hal: bertemu dengan alien, teleportasi, kewaskitaan. Orang yang bodoh atau tolol yang akan mendengarkan omong kosong semacam itu.
  • OB: Saya mengakui bahwa banyak klaim liar dan khayalan dibuat, tetapi bukti bagi penyembuhan iman sangat mendorong. Renungkanlah tentang Lourdes.
  • OS: Psikosomatik! Biar saya kutip Anda: “Semua itu masalah kepercayaan.” Saya setuju. Sungguh, lebih mudah mempercayai peristiwa medis yang aneh ketimbang menyebut Tuhan?
  • OB: Anda tidak dapat menolak semua mukjizat sebagai psikosomatik. Namun, apa makna istilah itu? Istilah tersebut hanyalah eufimisme bagi “sesuatu yang tak dapat dijelaskan secara medis.” Mengapa banyak orang begitu percaya kepada mukjizat jika mukjizat itu sendiri hanya sekedar keanehan alamiah?
  • OS: Itu semua timbul dari masa magis. Sebelum munculnya sains, atau agama-agama besar dunia, orang-orang primitif percaya bahwa hampir semua yang terjadi disebabkan oleh magi–tindakan dewa atau setan. Ketika sains terus-menerus menjelaskan, dan agama meraba-raba tentang gagasan Tuhan Yang Esa, penjelasan magis pun menjadi sekarat. Akan tetapi sisa-sisanya tetap hidup.
  • OB: Anda tidak mengatakan bahwa para peziarah Lourdes adalah penyembah setan!
  • OS: Tidak secara langsung. Akan tetapi kepercayaan mereka terhadap penyembuhan iman sedikit berbeda, mungkin tidak sama sekali, dengan kepercayaan tentang dukun-dukun Afrika, atau kontak spirit, misalnya. Khayalan Atavista dari masa magis telah dikembangkan begitu saja oleh agama-agama besar. Berbicara tentang mukjizat hanya membersihkan tukang sihir.
  • OB: Ada kekuatan baik dan jahat. Keduanya menampakkan diri dengan berbagai cara.
  • OS: Dan apakah Anda menjadikan peristiwa super-natural jahat sebagai bukti wujud Tuhan juga? Apakah Dia juga mempunyai kekuatan jahat?
  • OB: Hubungan antara baik dan buruk merupakan persoalan teologis yang rumit. Terdapat sejumlah pendapat tentang pertanyaan Anda. Tindakan jahat manusia dapat berperan sebagai saluran bagi kejahatan, apapun asal-usul utamanya.
  • OS: Jadi, Anda tidak menganggap Tuhan bertanggung jawab atas apa yang disebut kekuatan klenik, jika ada?
  • OB: Tidak selalu tidak.
  • OS: Jadi, setidak-tidaknya ada dua jenis peristiwa super-natural: peristiwa super-natural yang berasal dari Tuhan–yang Anda sebut mukjizat–dan peristiwa yang keji–ilmu hitam, katakanlah begitu– yang sumbernya kontroversial. Dan saya kira ada peristiwa yang netral. Seperti psikokinesis dan pemahaman? Semua itu kedengarannya sedikit rumit bagi saya. Sebaliknya saya percaya bahwa semua topik ini adalah fantasi primitif, peninggalan masa magi, sisa-sisa politeisme. Kepercayaan Anda terhadap mukjizat hanyalah akhir cukup baik dari spektrum khayalan neurotik masa lalu, dan memalukan Tuhan pemilik keagungan dan kekuatan yang Anda deskripsikan.
  • OB: Tampak bagi saya, bukan tidak masuk akal sama sekali mengandaikan bahwa kekuatan super-natural itu ada, dan dapat dimanipulasi dalam berbagai cara, bagi kebaikan atau keburukan. Penyembuhan iman adalah sisi baiknya.
  • OS: Dan menjadi bukti bagi Tuhan?
  • OB: Saya percaya begitu.
  • OS: Bagaimana dengan kegagalan, orang yang tidak beruntung yang tidak merespon penyembuhan? Apakah Tuhan memperhatikan mereka? Ataukah Kekuasaan-Nya kadang-kadang guncang?
  • OB: Tuhan bergerak secara misterius, tetapi kekuasaan-Nya mutlak.
  • OS: Itu hanyalah cara basi mengatakan Anda tidak tahu. Dan jika kekuasaan Tuhan mutlak, mengapa dia membutuhkankan mukjizat?
  • OB: Aku tidak mengerti.
  • OS: Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur semesta alam, dan dapat menjadikan segala sesuatu terjadi, tidak membutuhkan meukjizat. Jika Dia menghendaki seseorang terhindar dari kematian karena kanker, Dia dapat menjauhkannya dengan menghapuskan penyakit tersebut terlebih dahulu. Sebenarnya, saya menganggap mukjizat sebagai bukti bahwa Tuhan telah kehilangan kontrol terhadap dunia, dan dengan janggal mencoba menambal kerusakan. Apa makna Tuhan melakukan semua mukjizat ini?
  • OB: Melalui mukjizat, Tuhan menunjukkan kekuasaan Ilahi-Nya.
  • OS: Tetapi mengapa Dia begitu kabur tentang hal ini? Mengapa Dia tidak menulis pernyataan yang jelas di langit, atau mengubah bulan menjadi kotak-kotak, atau sesuatu lainnya menjadi benar-benar tak dapat diperdebatkan? Lebih bagus lagi, mengapa tidak menghalangi bencana alam yang penting, atau menghalangi tersebarnya epidemi kelaparan? Betapapun menakjubkannya pengobatan di Lourdes, jumlah kesengsaraan manusia tetap banyak. Saya ulangi, mukjizat yang Anda gambarkan tampak tidak penting bagi Tuhan Yang Mahakuasa. Kesembronoan, ikan yang berlipat ganda–mereka memiliki udara yang menimbulkan tindakan kosmik. Mereka hanyalah produk dari imanjinasi bodoh manusia?
  • OB: Mungkin Tuhan memalingkan bencana sepanjang waktu.
  • OS: Itu bukan jawaban! Siapa saja dapat menyatakan hal serupa. Andaikan saya mengatakan bahwa dengan menyebutkan mantera setiap pagi, saya menghalangi perang dunia, dan sebutlah sebagai bukti fakta bahwa perang dunia benar-benar tidak meletus? Sebenarnya sekelompok penggemar UFO mengklaim demikian.
  • OB: Orang-orang Kristen percaya bahwa Tuhan terus-menerus menahan dunia mengada, jadi dalam pengertian segala yang terjadi adalah mukjizat, dan semua pembicaraan tentang perbedaan antara yang alamiah dan super-natural sebenarnya adalah ikan haring merah.
  • OS: Kini Anda mengalihkan alasan. Anda tampaknya menyebut Tuhan adalah alam.
  • OB: Saya ingin mengatakan bahwa Tuhan menyebabkan segala sesuatu dalam alam, meskipun tidak harus dalam pengertian temporal. Dia tidak hanya merancang segala yang berjalan kemudian duduk. Tuhan melampaui dunia, melampaui hukum alam, yang memelihara semua wujud.
  • OS: Tampaknya kita memiliki pedebatan semantik di sini. Alam memiliki seperangkat hukum yang indah dan alam semesta berjalan sesuai dengan alur evolusi yang telah dipetakan oleh hukum tersebut. Anda mendeskripsikan hal serupa persis dalam istilah-istilah ketuhanan dengan membicarakan ‘penegakan’. Tuhan Anda hanyalah suatu bentuk pembicaraan, tentu? Apa maknanya mengatakan Tuhan menahan alam semesta? Apa bedanya dengan mengatakan bahwa alam semesta akan terus mengada?
  • OB: Anda tidak puas dengan fakta nyata bahwa alam semesta ada. Ia pasti memiliki suatu penjelasan. Saya percaya Tuhan adalah penjelasan itu sendiri, dan kekuasaan-Nya digunakan setiap saat untuk mempertahankan mukjizat wujud. Dalam hal ini secara teratur–yang Anda sebut hukum alam– akan tetapi dari waktu ke waktu, Dia menyimpang dari tatanan ini dan menciptakan peristiwa dramatik sebagai peringatan atau tanda bagi manusia, atau membantu orang beriman, seperti ketika Dia membelah Laut Merah bagi orang-orang Yahudi.
  • OS: Yang saya lihat, sulit dipahami adalah mengapa Anda menganggap bahwa pelaku mukjizat super-natural ini sama dengan wujud yang menciptakan alam semesta, yang memenuhi doa, yang menetapkan hukum fisika, yang akan memutuskan dan lain sebagainya. Mengapa semua individu ini tidak dapat menjadi agen super-natural yang berbeda? Saya menduga bahwa begitu banyaknya mukjizat yang jelas-jelas mendukung kebanyakan agama yang berbeda dan saling bertentangan, orang yang beriman kepada mukjizat terpaksa harus memahami eksistensi seluruh wujud super-natural saling berkompetisi.
  • OB: Satu Tuhan lebih sederhana ketimbang banyak.
  • OS: Saya masih tidak melihat betapapun menakjubkannya peristiwa mukjizat itu dapat dipandang sebagai bukti wujud Tuhan. Tampaknya Anda hanya mengeksploitasi insting dongeng keibuan yang kita semua miliki, dengan mengubah ‘Wanita Beruntung’ menjadi suatu wujud nyata dan menyebutnya Tuhan. Bagaimana Anda dapat memaknai ‘mukjizat’ ini dengan serius?
  • OB: Saya tidak melihat sesuatu yang tak masuk akal dalam Tuhan, pencipta segala sesuatu, yang memanipulasi obyek material. Bandingkan dengan keajaiban alam semesta-Nya, betapa menakjubkan tentang Tuhan yang membelah Laut Merah?
  • OS: Akan tetapi Anda masih mendasarkan argumen Anda pada asumsi bahwa Tuhan itu ada. Saya sepakat bahwa jika TUhan yang seperti Anda deskripsikan–tak terhingga, mahakuasa, pengasih, maha mengetahui dan sebagainya– memang ada, maka Laut Merah hanyalah masalah kecil bagi-Nya. Namun bagaimana kita mengetahui Dia memang ada?
  • OB: Semua itu masalah keimanan.
  • OS: Persis!

Bersambung ke Bagian III.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s