Ngaku Ateis?

Ada beberapa tweet pagi ini yang membuat saya bertanya pada diri sendiri.


religion

“Apakah saya seperti itu juga?”

Jawabannya: “YA!”

Saya ber-‘Tuhan’, dan jujur, malas beribadah. Tapi… ada tapinya. Tapi saya malas beribadah karna selama ini saat beribadah saya tidak menemukan apa yang saya cari. Dan walaupun saya bilang malas, itu cuma istilah perasaan saya saja. Kenyataannya adalah, saya hampir tak pernah absen beribadah.

Kenapa tak pernah absen? Karna di gereja saya termasuk aktivis. Saya pemain musik. Bahkan saya adalah (mantan) Ketua Youth! Saya adalah ‘pelayan Tuhan’. Bahkan (dengan sombongnya) saya dapat berkata bahwa saya adalah seorang yang sangat taat, di atas rata-rata. Dan itu berjalan sampai sekarang, di saat saya dengan berani menempelkan label ‘Free Thinker’ di jidat saya.

Dan karna itulah saya ga akan ngaku-ngaku Ateis. Saya beragama. Saya ber’tuhan’. Tapi sekali lagi, dalam dimensi yang berbeda, yang mungkin akan sulit dijelaskan ke orang-orang yang tidak berpikiran terbuka.

Saya sudah baca banyak buku, banyak merenung, dan berdiskusi dengan beberapa orang. Tapi perjalanan masih panjang. Dan saya selalu menantikan saat-saat di mana saya mengalami sesuatu yang membuatku dapat berkata: “ternyata selama ini saya salah!”

Update: Saat ini saya tidak percaya tuhan ada alias ateis.

One thought on “Ngaku Ateis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s