Kematian Kekal

Saya masih bisa membayangkan istilah ‘hidup kekal’, yaitu hidup selama-lamanya. Tapi jujur sampai saat ini tidak mengerti dengan istilah ‘kematian kekal’ atau ‘maut’ yang sering muncul dalam Alkitab.

neraka

Neraka, apapun ajaran agama atau kepercayaannya, merupakan tempat penghukuman. Tempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kita selama hidup di dunia. Digambarkan bahwa di sana manusia akan disiksa selama-lamanya bersama iblis, dibakar dengan api kekal. Apapun hukumannya, yang jelas orang-orang yang masuk neraka akan sangat tersiksa di sana.

Tapi jika memang demikian, bukankah kita harus ‘hidup di neraka’ untuk dapat menderita dan menerima semua hukuman tersebut? Lalu apa istilah ‘kematian kekal’ itu bermakna? Bukankah pada akhirnya ada ‘kehidupan kekal’ setelah kematian? Hanya saja yang satu nikmat di surga, sedangkan yang satunya lagi menderita di neraka.

Lagi-lagi ini adalah problem dari orang-orang beragama, yang menelan mentah-mentah semua yang tertulis di kitab sucinya. Yang menakut-nakuti tiap orang dengan segala macam kengerian yang akan dialami jika tidak percaya dengan tuhannya. Apa Tuhan yang penuh kasih itu benar-benar menciptakan sebuah tempat yang sangat mengerikan tersebut? Apakah Tuhan Yang Maha Kuasa benar-benar membuat aturan bahwa manusia yang tidak menuruti perintahnya harus masuk neraka? Silakan baca tulisan sebelumnya tentang Surga dan Neraka.

Saya tidak tahu ajaran agama lain, tapi dalam kekristen, keselamatan melalui Yesus Kristus adalah inti ajarannya. Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan harus dihukum di neraka. Tapi Tuhan menanggung dosa manusia dan kemudian mati secara hina supaya manusia yang percaya bisa masuk surga. Orang-orang yang dapat mempertahankan imannya sampai akhir lah yang akan selamat dari ‘kematian kekal’. Sedangkan bagi orang-orang ateis, mereka beranggapan bahwa kalau orang mati, ya mati. Menghilang. Lenyap. Jika garis start kehidupan kita ada di saat kita dilahirkan ke dunia ini, maka garis finishnya adalah saat kita menghembuskan napas terakhir.

Finish. Selesai.

Tak ada yang namanya ‘Kematian Kekal”.🙂

2 thoughts on “Kematian Kekal

  1. mohon maaf mau bertanya……kita kan percaya akan surga dan neraka(orang kristen), seseorang berdosa masuk neraka…apakah ia masuk neraka selamanya atau ada masa penyiksaan lalu masuk surga.. soal nya ada artikel saya baca kontraversi.. ada yang mati selamanya dan ada masa pengampunan.

    • itu salah satu permasalahannya. dalam katolik, ada istilah purgatory, atau api penyucian. tempat di mana orang2 yg dosanya tidak terlalu besar, tapi masih belum pantas masuk surga.
      ngerasa aneh? ada yg lebih aneh loh. dulu ada yg namanya ‘surat pengampunan dosa’. dan itu dijual.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s