Kebetulan atau Perencanaan?

“Tidak ada yang namanya kebetulan, semua sudah Tuhan atur, karna Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.”

Demikianlah yang sering saya dengar di lingkungan dan teman-teman kristen saya. Orang-orang kristen tidak mempercayai kebetulan. Tapi lucunya, saya juga sering mendengar mereka berkata, “Ah, itu cuma kebetulan.” Lalu mana yang benar? Apa itu “Kebetulan”?

Berdasarkan website www.artikata.com (yang katanya bersumber dari KBBI), pengertian kebetulan adalah “tidak dengan sengaja terjadi” atau “keadaan yg terjadi secara tidak terduga”. Jadi apakah hal-hal terjadi secara kebetulan (tidak sengaja), ataukah semuanya sudah ada yang mengaturnya? Mari kita bahas secara singkat.

William Paley dalam karyanya “Natural Theology” menyampaikan argumen yang tentang Tuhan:

Ketika melewati hutan, andaikan saya tersandung batu. Dan jika ditanya bagaimana batu tersebut ada di situ, saya mungkin menjawab bahwa batu tersebut ada di situ selamanya. Akan tetapi, andaikan saya menemukan sebuah jam di atas tanah, saya tidak dapat memberikan jawaban yang telah saya berikan sebelumnya.

Susunan jam yang sulit dan rumit, berikut komponennya yang tepat secara akurat merupakan bukti menakjubkan akan adanya perancang. Kita semua pasti setuju bahwa mekanisme ini dilakukan seorang yang cerdas untuk tujuan tertentu. Paley kemudian menegaskan bahwa alam semesta menyerupai sebuah jam, dalam skala yang jauh lebih besar. Karna itu, pasti ada perancang yang menyusun dunia ini untuk suatu tujuan.

Keberatan utama terhadap argumen rancangan ini, sebenarnya, dapat dijelaskan sebagai hasil akhir dari proses alamiah yang biasa. Dalam Teori Evolusi, yang kini telah diterima bulat oleh para saintis maupun ahli biologi, menjelaskan bahwa evolusi (susunan biologis) terjadi melalui mutasi dan seleksi alam. Mutasi itu sendiri terjadi secara kebetulan, sebagai akibat dari perubahan acak dalam karakteristik organisme. Struktur organis yang kompleks dapat muncul dari jumlah kejadian kecil yang banyak. Peningkatan susunan ini lebih banyak diberikan oleh jumlah mutasi yang merusak yang terbuang oleh seleksi alam. Jadi tidak ada konflik dengan hukum kedua termodinamika. Kesimpulannya adalah bahwa adanya susunan dalam sebuah sistem, betapapun kompleksnya, bukan jaminan bahwa perancang dibutuhkan. Susunan dapat terjadi secara spontan.

Meskipun begitu, dalam hukum kedua termodinamika, dunia ini akan semakin ‘kacau’. Bintang-bintang (termasuk matahari) lama kelamaan akan kehabisan bahan bakarnya dan kemudian mendingin dan ‘mati’. Dan karna itu, maka alam semesta tampaknya diciptakan dalam suatu kondisi yang teratur. Tidakkah ini memberi bukti kuat yang mendukung adanya sang perancang?

bigbang

Dalam Teori Big Bang, yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta mengembang (yang juga memenuhi hukum kedua termodinamika), keadaan alam semesta awal sangatlah panas, dan pendinginan berikutnya juga sangat cepat dengan membiarkan perubahan nuklir yang penting terjadi. Dengan kondisi yang demikian, kita tidak perlu mengandaikan bahwa keadaan awal alam semesta ini kondisinya teratur sepenuhnya. Keadaan awalnya justru kekacauan total.

Berdasarkan kondisi-kondisi di atas, bisa kita lihat bahwa alam semesta sebenarnya tidak membutuhkan perancang. Keteraturan alam yang kita lihat sebenarnya hanyalah bagian kecil dari sebuah ‘kekacauan besar’. Dan semua itu (secara sains), hanyalah kebetulan… yang sangat luar biasa.🙂

Catatan:
Hukum Sebab-Akibat dan Determinisme tidak saya bahas di sini karna pembahasannya akan membengkak dan jadi sangat panjang. Tentang hal tersebut, juga Kehendak Bebas, akan saya buat postingan tersendiri. Di tulisan ini pun saya hanya mengambil beberapa contoh hukum fisika dan biologi secara umum yang saya sederhanakan agar maknanya gampang ditangkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s