“Harapan” yang Mempengaruhi Otak

“Harapan” ternyata banyak mempengaruhi kerja otak, yang kemudian dapat mempengaruhi hidup.

Dalam sebuah riset tentang neurosains di Universitas Kolumbia, sekelompok mahasiswa disetrum agar mendapat rasa sakit dalam batas tertentu, dan kemudian aktifitas otaknya dicatat dengan alat bernama fMRI.

Mahasiswa ini kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, & salah satu kelompoknya diberi krim anti nyeri (sakit). Mahasiswa yang diolesi krim anti nyeri (yang sebenarnya bukan) ternyata merasakan rasa sakit yang lebih kurang dibandingkan dengan sebelumnya.

“Harapan” berkurangnya rasa nyeri karna diolesi krim (palsu) telah mengurangi aktivitas bagian otak yang peka terhadap rasa sakit (nyeri) seperti Thalamus, Insula, dan Korteks Cingulatus Anterior.

Thalamus

Penelitian lain yang dilakukan di California Institute of Technology dan Stanford Graduate School of Bussiness tentang hubungan harapan dan perubahan otak juga menunjukkan hal yang serupa. Kali ini menggunakan 1 jenis anggur merah yang dimasukkan ke tempat yang berbeda. Orang-orang kemudian diberitahu bahwa anggur di tiap wadah itu berbeda (padahal sama), dan harga anggur di tiap wadah pun berbeda. Ada yang murah dan ada yang mahal.

Karna anggur yang dipakai adalah anggur yang sama, (walau tempatnya yang berbeda) seharusnya laporan tentang rasa anggur di masing-masing wadah sama. Tapi ternyata orang-orang mengatakan bahwa mereka lebih menyukai anggur yang lebih mahal karna lebih enak.

Para peneliti berkesimpulan bahwa preferensi atau semacam ‘harapan’ subjek telah mempengaruhi rasa anggur (harapan bahwa yang mahal akan lebih enak rasanya).

Hal lainnya yang serupa juga terjadi pada pasien Parkinson. Para peneliti menemukan bahwa pemberian placebo pada penderita Parkinson mengakibatkan berkurangnya aktivitas tunggal di Nucleus Subthalamicus. Dengan kerja Korteks Prefrontalis “harapan menjadi kenyataan”.

Hal-hal tersebut mungkin dapat menerangkan mengapa pikiran positif –dengan harapan yang positif pula– memberikan pengaruh pada keberhasilan sebuah harapan.

Harapan, walau kadang sebenarnya adalah harapan yang palsu, memang selalu dapat memberikan ‘kekuatan’. Namun kita masih punya pilihan, apakah mau tinggal dalam manisnya pengharapan palsu, atau menjemput kenyataan yang terkadang rasanya pahit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s