You Are Not Alone

Saya berbicara kepada kamu yang merinding melihat apa yang terjadi dengan gereja Tuhan sekarang ini karena semuanya terlihat seperti reality show belaka…

Saya berbicara kepada kamu yang seringkali menemukan diri terduduk bingung memandang kanan-kiri berjingkat dalam kehebohan ibadah yang dipaksakan…

Saya berbicara kepada kamu yang terpaku oleh rentetan kesaksian kesuksesan dari teman-teman gereja, sementara kamu sendiri jauh dari itu semua dan jadi merasa kurang beriman…

Saya berbicara kepada kamu yang selalu tidak nyaman di gereja karena setiap orang sepertinya memiliki prestasi hebat dan kamu tidak memiliki apa-apa dibandingkan mereka…

Saya berbicara kepada kamu yang merasa sering diabaikan oleh gereja hanya karena terlalu banyak bertanya dan memakai otak…

Saya berbicara kepada kamu yang kelelahan dituntut untuk pelayanan ini itu sebagai bukti pertumbuhan kedewasaan dan kecintaan kamu terhadap Tuhan…

Saya berbicara kepada kamu yang merasa dikhianati karena mereka menjadikan persahabatan dengan kamu sebagai sarana penginjilan, bukannya memang ingin bersahabat…

Saya berbicara kepada kamu yang merasa kecewa bahwa keakraban dan kehangatan yang kamu rasakan hanya sebatas hingga ada jiwa baru lainnya yang bertobat dengan luarbiasa…

Saya berbicara kepada kamu yang selalu diperlakukan sebagai orang sakit dan perlu dilayani hanya karena menolak setuju dengan beberapa poin dari pemimpin rohani kamu…

Saya berbicara kepada kamu yang sudah pegal membaca buku-buku rohani yang lebih banyak berbicara tentang siapa dan bagaimana mereka, bukannya siapa dan bagaimana kamu…

Saya berbicara kepada kamu yang terseret-seret dalam mengikuti motto, visi dan program yang senantiasa berubah tiap beberapa bulan hanya untuk hasil yang semu dan temporer…

Saya berbicara kepada kamu yang merasa nyaris seluruh kegiatan dan fokus gereja saat ini adalah untuk kepuasan masturbasi rohani…

Saya berbicara kepada kamu yang mampu melihat sebuah kebusukan yang terjadi di dalam gerejamu, namun tidak seorangpun sepertinya mau mendengarmu…

Saya berbicara kepada kamu yang bosan dengan tambalan rohani yang tidak pernah benar-benar menyembuhkan, malah menuntut kamu untuk terus datang dan memperbaharui tambalannya…

Saya berbicara kepada kamu yang kerap dibungkam ketika ingin membicarakan tentang kemungkinan kesalahan-kesalahan doktrinal…

Saya berbicara kepada kamu yang gerah selalu dicekoki bermacam nasihat rohani ketika kamu sedang ingin meluapkan gejolak emosi karena keadaan yang serba tidak adil…

Saya berbicara kepada kamu yang kehilangan iman justru karena berada di dalam gereja Tuhan…

Saya berbicara kepada kamu semua yang mengalami hal-hal di atas…

Kamu tidak sendirian!

Apa yang kamu rasakan itu memang benar. Apa yang kamu pikirkan itu memang beralasan. Ada banyak jamur kejanggalan bermekaran di sana-sini dalam bangunan komunitas iman tempat kita bertumbuh, dan tidak semua orang dapat melihat hal-hal tersebut. Kita seolah-olah berbisik pada diri sendiri, sama seperti si anak ajaib dalam Sixth Sense, “I see people everywhere. Dead people. And they don’t know they’re dead…”

Ini bukan renungan teologis tiga-poin (seperti yang dibagikan via mimbar gereja setiap minggunya) yang ingin menyatakan kesalahan kamu, mengoreksi kamu, ataupun memimpin kamu kepada kebenaran. Bukan. Bukan itu. Saya juga sudah merasa cukup dengan kilikan-kilikan seperti itu. Tidak lagi, tuanku, terima kasih.

Ini hanya sesobek celotehan dari seorang pengembara yang sudah berjalan sekian lamanya, menuliskan sejumlah catatan perjalanan di serpihan kain yang ditebar setiap persimpangan demi persimpangan, dengan harapan pengembara lainnya akan tahu bahwa ada beberapa rekan-rekan lainnya yang pernah melewati jalan tersebut…

Saat ini ada puluhan dan ratusan generasi muda kristiani di Indonesia, kamu dan saya, yang tidak lagi menemukan spiritualitas Kristus di dalam gereja lokal mereka. Semakin kita mencari di dalamnya, semakin kita tersandung dan kehilangan iman. Semakin kita mencoba untuk menyampaikan pesan kepada gereja, semakin banyak gelar kebangsawanan yang mereka berikan kepada kita: Kepahitan, TerikatDunia, AnakYangHilang, dan HilangKasihMulaMula.

Tidak perlu gentar. Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang besar melaluimu. Jangan biarkan dirimu dibayangi oleh perasaan bersalah dan segala gelar kebangsawanan yang dibebankan kepadamu. Dan ketika saya berbicara tentang ada sekumpulan besar orang-orang lainnya yang tersebar di berbagai penjuru, saya tidak hanya berbicara kosong. Teruslah berjalan, dan kamu akan menemukan mereka…

Ketika saya memulai pengembaraan ini, semuanya terasa begitu berat. Saya berjuang melawan tekanan orang lain, cemoohan gereja, dan juga ketakutan dari dalam diri saya sendiri. Saya menyesali mata saya yang sempat melihat pemandangan tandus di antara bangku-bangku, sound system, dan pelayanan gereja. Saya menggeliatkan rasa sakit tanpa ada yang peduli akan hal itu. Sendirian dan lemah..

Sampai akhirnya saya menyadari bahwa ini justru sebuah panggilan ketika menemukan ada banyak rekan-rekan lainnya yang mengalami hal serupa. Mereka memiliki berbagai background, paradigma dan approach yang berbeda-beda, namun mengalir dalam zen yang sama. Saya merasakan panggilan, bukan untuk kepemimpinan, melainkan untuk kebersamaan dalam mengarungi sungai iman ini. Tidak seorangpun tahu kami hendak mengarah kemana, termasuk saya sendiri, namun mata setiap kami senantiasa berjaga-jaga dan tertuju pada Tiang Api di atas sana.

Tiang Api yang menjaga hati kami. Membuatnya tetap menyala dengan hangat, bahkan ketika kami menyadari bahwa kami semakin melangkah jauh dari kebaktian dan persekutuan gerejawi yang dahulu biasa kami lakukan. Ini bukan perjalanan yang menyenangkan, ada banyak kejatuhan dan kebingungan, keputusasaan dan kegetiran, kelaparan dan keletihan. Tapi satu yang kami tahu, Tiang Api itu terus bersama kami, menjadi sahabat kami, dan kami aman berjalan bersamanya.

Ya, jika kamu membaca surat ini, kamu tahu kamu tidak sendirian.

Jika kamu tidak mengerti apa yang saya bicarakan, sudah pasti ini memang bukan untuk kamu. Kamu sudah berjalan terlalu jauh, so silakan berbalik arah dan kembali ke rumahmu yang nyaman itu, tapi mohon tinggalkan kertas ini di sini.

Akan ada orang lain yang memungutnya dan merasakan harapan yang baru dalam hatinya.

Ditulis oleh: Lex dePraxis

15 thoughts on “You Are Not Alone

  1. kekristenan skrg udh melenceng jauh, gerakan kharismatik menghancurkan kekristenan dari dalam, pendalaman yang dangkal akan firman Tuhan,mendinginkan iman orang2 yang pikirannya tajam dan kritis, saya merasakan hal yg sama, dulu, persis seperti yang anda rasakan, namun cobalah pelajari kekristenan yang sesungguhnya itu seperti apa, seperti kekristenan gereja mula2,dilanjutkan dengan reformasi gereja yang dimulai oleh luther,calvin dan zwingli, pelajarilah kekristenan yg murni itu seperti apa, mudah2an kau bs menemukan kebenaran didalamnya🙂

  2. Pingback: You Are Not Alone | CSC

  3. Aduhhh… terharu banget baca tulisan ini.. aku sepertinya dalem fase agnostik nih.. i was muslim help me.. aku bingung harus ngobrol2 ama siapa.. hahaha.. oiya kalo udah liat film maze runners ama the giver.. itu film mencontohkan filosofi kehidupan kita sebelom kita sadar seperti skrg ini.. di film ini juga akhirnya mereka mencoba mencari tau dan sadar.. kalo we have deliberately made like this.. nice to meet you all..🙂

    • Dear Art: I was Christian then jump into (struggling all about religions) agnostic & akhirnya sekarang sy pun free of all labelling🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s