Aku Menangis

Aku menangis ketika mendadak aku mengingat orangtuaku.

tears

Aku menangis karna merasa belum bisa membalas apa yang telah mereka beri kepadaku.

Aku menangis karna teringat, selama ini aku menganggap mereka adalah penghalang kebebasanku.

Aku menangis karna menganggap mereka tidak pernah mengerti keinginanku, jalan pikiranku, dan mimpi-mimpi besarku.

Aku menangis karna aku tahu aku termasuk orang yang beruntung, mendapatkan orangtua yang memenuhi tanggung jawab mereka sebagai orangtua.

Aku menangis karna selama ini aku merasa hanya perlu hidup untuk diri sendiri. Padahal selama aku ada, orangtuaku tidak pernah hidup untuk diri mereka sendiri.

Aku menangis karna selama ini cuma bisa memberi kebanggaan, dan tidak tahu apa kebanggaan tersebut cukup untuk bisa membahagiakan mereka.

Aku menangis karna dalam hati sering menganggap, bahwa merekalah penyebab aku tumbuh menjadi seseorang yang memiliki karakter-karakter dalam diriku yang aku sendiri tidak menyukainya.

Aku menangis karna membayangkan, bahwa aku sedang asik di luar sana, menggapai impian dan menikmati dunia. Sedangkan orangtuaku, mereka hanya akan jadi semakin tua, dan lemah.

Aku menangis karna aku adalah manusia biasa, yang setua apapun, akan tetap berstatus sebagai anak mereka.

Aku menangis karna baru sekarang menyadari, bahwa aku sangat mencintai mereka, orangtuaku yang kukasihi…

3 thoughts on “Aku Menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s