Imajinasi

Sebelum melanjutkan membaca postingan ini, saya mewajibkan Anda untuk membayangkan, atau mungkin langsung menggambarkannya di kertas, sesosok makhluk asing dari planet lain (alien).

Sudah? Belum? Okedeh, supaya tidak lama, tidak perlu digambar. Cukup dibayangkan saja.

Sudah? Oke, cukup. Mari kita sama-sama lihat. Bagaimana bentuknya? Punya kepala, badan, kaki dan tangan? Atau tidak punya tangan dan kaki seperti ular? Punya mata? Matanya satu, dua, atau lebih dari 3? Apa lebih menyerupai binatang? Punya ekor, sayap? Bagaimana kulitnya? Keras? Lunak? Atau bersisik?

Secara keseluruhan, alien versi Anda itu mirip apa (atau siapa) sih?

Nah, saya yakin kebanyakan dari kalian pasti akan membayangkan bahwa makhluk asing ini bentuk atau struktur tubuhnya tidaklah berbeda jauh dari bentuk manusia, binatang, atau gambaran makhluk-makhluk (asing) yang pernah kalian lihat di film-film. Tapi saya yakin tidak ada yang membayangkan makhluk gambarannya tersebut tanpa kepala, atau mungkin cuma berupa sehelai kertas. Saya yakin.

et

Menurut saya, mungkin ada juga yang membayangkannya secara ekstrim, misalnya ukuran tubuh makhluknya raksasa, punya ratusan pasang tangan, atau seluruh tubuhnya berupa cairan. Mungkin saja. Tapi jelas ada pola umumnya, yaitu makhluk tersebut memiliki kepala dan badan.

Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, pasti (hampir) tidak ada yang membayangkan bentuk makhluknya hanya berupa sehelai kertas. Kalaupun ada, pada akhirnya pasti kertas itu pun akan membentuk sebuah tubuh saat ‘menampakkan diri’ dan berinteraksi. Tapi mengapa demikian? Mengapa hampir tidak ada yang membayangkan tubuh seperti itu? Tahukah Anda kalau bahkan tim kreatif produsen game dan film juga seperti Anda, yang tidak bisa lepas dari struktur dasar makhluk, yaitu memiliki kepala dan tubuh?

Dalam mitologi, kita juga mengenal makhluk-makhluk mitos seperti chimera, pegasus, dan naga. Sadarkah Anda bahwa makhluk-makhluk khayalan tersebut sebenarnya adalah gabungan dari bagian-bagian tubuh binatang-binatang yang real? Pegasus adalah kuda yang memiliki sayap. Chimera adalah gabungan dari tiga hewan: ular, kambing, dan singa. Sedangkan naga adalah campuran antara ular dan kadal yang bisa terbang. Makhluk-makhluk tersebut adalah makhluk hasil imajinasi manusia.

chimera

Apa itu imajinasi? Menurut wikipedia, imajinasi adalah kekuatan atau proses menghasilkan citra mental dan ide. Imajinasi juga merupakan aktifitas otak. Tapi berbeda dengan persepsi, imajinasi adalah sesuatu yang cair, fleksibel, dan dapat dibentuk sesuka hati. Saat kita berimajinasi, otak kita memanfaatkan area otak yang sama dengan area otak yang bertanggung jawab atas persepsi. Ketika membayangkan melihat sesuatu, bagian otak yang aktif adalah visual cortex, yang juga aktif ketika kita benar-benar melihat sesuatu.

Imajinasi, ternyata adalah persepsi yang terjadi dalam urutan yang terbalik. Pada persepsi, kita melihat terlebih dahulu dan visual cortex kita aktif. Saat berimajinasi, visual cortex aktif terlebih dahulu, dan kita baru bisa “melihat”. Jika atensi dan persepsi terbatas dan tergantung pada indra-indra kita, maka imajinasi ini hampir tidak memiliki batasan.

imagination

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca salah satu kutipan kakek saya, Albert Einstein,

“Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, sedangkan imajinasi seluas langit dan bumi.”

Yap, saya memang sangat setuju dengan kutipan tersebut.

Tapi mari, sekali lagi saya ingin mengajak Anda untuk membayangkan, salah satu dari konsep Geometri Euclidean, yaitu, ‘jarak terpendek dari 2 titik adalah garis lurus’.

Ah, cuma membayangkan garis lurus. Sangat gampang kan?

Kalau begitu mari sekali lagi kita membayangkan apa yang kakek saya, Albert Einstein, katakan di Teori Relativitas Umumnya, bahwa pada ruang yang dipengaruhi gravitasi, jarak terpendek antara dua titik ialah garis lengkung.

Yah, membayangkan garis lengkungnya saja mungkin gampang. Tapi membayangkan garis lengkung sebagai jarak terpendek antara dua titik? Hhmm, saya yakin, kecuali Anda adalah seorang fisikawan atau orang yang memang sudah memahami relativitas umum, Anda pasti kesulitan. Jujur saja, saya pun sampai sekarang masih agak kesulitan memvisualisasikannya.

curve

Tapi tahukah Anda bahwa Albert Einstein, saat dia baru mulai mengembangkan teori tersebut, juga kesulitan menggambarkan idenya ini? Dia pun akhirnya meminta bantuan kepada sahabatnya Marcel Grossmann yang sedang mendalami Geometri non-Euklides sehingga teori relativitas dapat dituangkan dalam persamaan matematis seperti yang dapat kita pelajari sekarang ini. Lihat, bahkan Einstein, yang sering jadi simbol kejeniusan, yang berkata bahwa “imajinasi lebih penting dari pengetahuan”, pun bisa mentok, dan tidak bisa menyelesaikan teorinya kalau dia tidak belajar lagi.

Imajinasi, pada akhirnya juga dibatasi oleh luasnya pengetahuan seseorang. Anda tidak akan pernah bisa membayangkan peristiwa apa saja yang terjadi di dalam kecilnya atom, kalau Anda tidak mempelajari Fisika Kuantum. Anda hanya bisa membayangkan bahwa manusia berasal dari monyet jika Anda tidak mempelajari Teori Evolusi secara utuh. Jika Anda pikir Anda bisa sukses tanpa belajar, dan hanya mengandalkan imajinasi karna terpengaruh kata-kata Einstein tersebut, maka Anda salah. Imajinasi mengandalkan kombinasi, dari pengetahuan yang sudah ada. Kombinasinya memang tidak terbatas, tapi jika pengetahuannya sempit, maka kombinasinya akan lebih sedikit dibanding jika pengetahuannya luas.

Terakhir, masih ingat postingan saya tentang aksioma dan dogma? Di situ saya menulis,

“Tiap orang memiliki gambaran Tuhannya masing-masing. Bagi orang kulit putih, tuhannya berkulit putih. Bagi orang kulit hitam, tuhannya berkulit hitam. Mungkin jika kuda bisa menggambar, dia akan menggambarkan tuhannya dalam bentuk kuda.”

Lalu apa hubungannya dengan imajinasi?

Tuhan, dan kemudian agama, adalah produk imajinasi. Demikian.

Referensi:

Image source: Google

One thought on “Imajinasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s